Perlukah Ijtihad Dilakukan Saat ini, Jelaskan dengan Alasan yang Tepat

Apakah kamu sedang mencari jawaban mengenai perlukah ijtihad dilakukan saat ini ? jelaskan dengan alasan yang tepat. Jika iya maka akan kami berikan ulasanya berikut ini, semoga membantu ya.

Pengertian ijtihad

Penafsiran ijtihad sendiri bisa dilihat dari 2 sisi, ialah penafsiran ijtihad secara etimologi serta penafsiran ijtihad secara terminologi.

Penafsiran ijtihad secara etimologi mempunyai penafsiran:“ pengerahan seluruh keahlian buat mengerjakan sesuatu yang susah”. Sebaliknya penafsiran ijtihad secara terminologi merupakan riset serta pemikiran buat memperoleh suatu yang terdekat pada kitabullah( syara) serta sunnah rasul ataupun yang yang lain buat mendapatkan nash yang ma’ qu; supaya itikad serta tujuan universal dari hikmah syariah yang populer dengan maslahat.

Setelah itu Imam al- Amidi menerangkan penafsiran ijtihad adalah mencurahkan seluruh keahlian buat mencari hukum syara yang bertabiat zhanni, hingga merasa dirinya tidak sanggup buat mencari bonus kemampuannya itu.

Sebaliknya bagi kebanyakan ulama ushul fiqh, penafsiran ijtihad merupakan pencurahan segenap kesanggupan( secara optimal) seseorang pakar fikih buat memperoleh penafsiran tingkatan dhanni terhadap hukum syariat.

Sumber hukum islam

Salah satu makna ijtihad merupakan menghabiskan segenap kekuatan yang dicoba seseorang pakar fiqih dalam rangka memperoleh hukum syar’i serta implementasinya, baik secara logika maupun naqli, dengan hasil yang qath’I maupun zhanni.

Ustadz Sarwat menerangkan, apakah lumayan untuk manusia memakai petunjuk langsung dari Allah SWT. Karena Allah SWT sudah merendahkan wahyu Angkatan laut(AL) Quran dengan ayat- ayat yang jelas, sebagaimana tertera pada ayat- ayat berikut ini.

الرۚتِلْكَآيَاتُالْكِتَابِوَقُرْآنٍمُبِينٍ

” Alif, laam, raa. Ini merupakan ayat- ayat Al- Kitab, ialah Alquran yang berikan uraian.”( QS Angkatan laut(AL) Hijr 1)

Bukankah Angkatan laut(AL) Quran adalah kitab yang sempurna. Sehingga tidak terdapat satupun yang tidak ada di dalam Alquran. Bukankah Rasulullah SAW telah mewariskan 2 pedoman. Bila manusia berpegang- teguh pada keduanya, mereka tidak hendak tersesat selama- lamanya.

إِنِّيقَدْتَرَكْتُفِيكُمْشَيْئَيْنِلَنْتَضِلُّوابَعْدَهُمَا:كِتَابَاللَّهِوَسُنَّتِي

” Saya tinggalkan kepada kamu 2 masalah yang kamu tidak hendak tersesat selamanya sepanjang berpegang teguh dengan keduanya, Kitabullah serta Sunnah.”( HR Malik)

” Lalu, kenapa manusia masih wajib berpegang kepada ijtihad yang notabene cuma buatan manusia,” kata Ustadz Sarwat dalam bukunya.

Ia menerangkan, manusia yang awam ini biasa menyederhanakan permasalahan. Jika telah terdapat satu ayat Alquran mengatakan satu permasalahan, hingga langsung menarik kesimpulan hukumnya begitu saja tanpa memandang kanan- kiri lagi. Perilaku semacam ini mirip anak kecil ataupun bayi yang dengan lugunya menyeberang jalur, ia langsung nyelonong saja tanpa pertimbangan apa- apa. Pasti saja sangat beresiko, terlebih menyeberang jalur tol.

Selaku contoh simpel Ijtihad saja, apakah ada yang ketahui ayat mana di dalam Alquran yang memerintahkan manusia melaksanakan sholat Idul Adha. Jika perintah sholat secara universal memanglah terdapat, apalagi terdapat banyak. Tetapi sholat Idul Adha yang masing- masing tahun dicoba umat Islam, mana ayatnya?

” Jikalau engkau tidak pernah sama sekali memiliki ilmunya, hingga secara otomatis pada saat kita hendak akan bilang kalau di dalam Alquran tidak terdapat satu perintah buat mengerjakan sholat Idul Adha. Sementara itu sesungguhnya ayatnya terdapat, namun kita tidak ketahui. Ayatnya merupakan ayat yang sesungguhnya telah kerap kita baca serta apalagi kita telah hafal,” kata Ustaz Sarwat.

فَصَلِّلِرَبِّكَوَانْحَرْ“ Hingga laksanakanlah sholat buat Tuhanmu serta lakukanlah nahr.”( QS Angkatan laut(AL) Kautsar 2).

Ustadz Sarwat menerangkan, untuk yang tidak ketahui ilmunya serta cuma mengandalkan terjemahan Alquran, bisa jadi hendak kebimbangan. Dimana sebenarnya kalimat yang memerintahkan untuk sholat Idul Adha di ayat ini. Yang terdapat cuma perintah sholat secara universal begitu saja.

Itulah penjelasan singkat mengenai mengapa kita harus melakukan Ijtihad untuk urusan keputusan yang menyangkut agama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.